Sensory Evaluation And Yield Value of Vco Produced By Various Culture

  • Nurul Asiah Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie
  • Laras Cempaka Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie
  • Tiara Maulidini
Keywords: Fermentasi, Lactobacillus plantarum, Rhizopus oligosporus, Saccharomyces cerevisiae, Virgin Coconut Oil (VCO)

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak kelapa yang diolah dari kelapa segar dengan atau tanpa pemanasan dan tidak melalui proses pemurnian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan sensory dan nilai rendemen VCO yang diproduksi dengan metode fermentasi menggunakan berbagai kultur mikroorganisme (Saccharomyces cerevisiae, Lactobacillus plantarum dan Rhizopus oligosporus). Ketiga jenis kultur tersebut dicampurkan ke dalam krim sebanyak 5% (v/v), kemudian dilakukan proses fermentasi pada suhu 35oC selama 24 jam. VCO hasil fermentasi berwarna bening, memiliki aroma khas kelapa, dan memiliki rasa yang hambar. Dari uji sensori secara hedonik, secara keseluruhan panelis memberi nilai lebih dari 3. Rendemen VCO berkisar antara 22.01—25.74%. Perbedaan penggunaan jenis mikroba tidak berpengaruh secara signifikan (p>0,05) terhadap hasil rendemen dan hasil uji organoleptik dari VCO yang dihasilkan.

Downloads

Download data is not yet available.
How to Cite
Asiah, N., Cempaka, L., & Maulidini, T. (1). Sensory Evaluation And Yield Value of Vco Produced By Various Culture. Agricultural Science, 2(1), 36-44. Retrieved from http://agriscience.scientific-work.org/index.php/agriscience/article/view/17
Section
Articles